Isnin, 4 Februari 2013

Telefon Pintar dari Lenovo

sYARIKat pengeluar komputer kedua terbesar dunia, Lenovo mengumumkan kemunculan beberapa telefon pintar terkini. Telefon pintar ini direka khusus bagi kesesuaian pelanggan bermula daripada mereka yang baru menggunakan telefon, profesional muda sehingga pengguna akhir.

Lima model telefon pintar ini akan berada di pasaran China dan tempat terpilih dunia bermula bulan ini.

Setiap produk menawarkan konfigurasi khusus bagi setiap kumpulan pengguna dalam kelasnya selain harganya yang kompetitif.

Bermula dengan dua telefon pintar S Series dilengkapi dengan ciri multimedia dan hiburan.

Model ini direka khusus bagi profesional muda bandar dengan penekanan khusus kepada rekaan dan aplikasi yang sesuai.

Terdapat juga model baru daripada P Series bagi profesional dengan hayat bateri lebih panjang, ciri keselamatan khusus dan ciri antivirus.

Canggih

Ini termasuk dua model bagi A Series dengan fungsi telefon pintar canggih pada harga yang mampu milik bagi pengguna baru dengan bajet terhad.

Antara ciri yang menarik slot dua kad SIM, paparan lebih besar dengan resolusi tinggi dan spesifikasi yang dipertingkatkan.

Presiden MIDH dan Naib Pesiden Kanan Kumpulan Lenovo, Liu Jun berkata, bagi pengguna telefon pintar, satu saiz tidak sesuai untuk semua.

“Kami belajar daripada pelanggan dan kami tahu mereka mempunyai pelbagai alasan yang unik memilih telefon pintar Lenovo.

“Portfolio baru kami menampilkan reka bentuk yang memikat hati pelanggan di seluruh dunia dengan telefon bagi semua pengguna," katanya dalam satu kenyataan.

Cheng Ho - Pelayar Terhebat


chChristopher Columbus dikenal hebat karena berhasil menemukan benua Amerika pada tahun 1492. Namun tahukah Anda bahwa ada penjelajah yang jauh lebih hebat? Dia adalah Laksamana Cheng Ho, seorang Tionghoa Muslim yang hidup sekitar 6 abad lalu.
Selama hidupnya, Cheng Ho atau Zheng He melakukan pelayaran antara-benua selama 7 kali berturut-turut dalam kurun waktu 28 tahun (1405-1433). Tak kurang dari 30 negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika pernah disinggahinya.


Pelayarannya lebih awal 87 tahun dibanding Columbus. Juga lebih dulu dibanding bahariwan dunia lainnya seperti Vasco da Gama yang berlayar dari Portugis ke India tahun 1497. Ferdinand Magellan yang merintis pelayaran mengelilingi bumi pun kalah duluan 114 tahun.

Ekspedisi Cheng Ho ke 'Samudera Barat' (sebutan untuk lautan sebelah barat Laut Tiongkok Selatan sampai Afrika Timur) mengerahkan armada raksasa. Pertama mengerahkan 62 kapal besar dan belasan kapal kecil yang digerakkan 27.800 ribu awak. Pada pelayaran ketiga mengerahkan kapal besar 48 buah, awaknya 27 ribu. Sedangkan pelayaran ketujuh terdiri atas 61 kapal besar dan berawak 27.550 orang. Bila dijumlah dengan kapal kecil, rata-rata pelayarannya mengerahkan 200 kapal. Sementara Columbus, ketika menemukan benua Amerika 'cuma' mengerahkan 3 kapal dan awak 88 orang.

kapalKapal yang ditumpangi Cheng Ho disebut 'kapal pusaka' merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasiti kapal tersebut 2500 ton.
Model kapal itu menjadi inspirasi petualang Spanyol dan Portugal serta pelayaran modern di masa kini. Desainnya bagus, tahan terhadap serangan badai, serta dilengkapi teknologi yang saat itu tergolong canggih seperti kompas magnetik.

Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) tak terdapat banyak keterangan yang menyinggung tentang asal-usul Cheng Ho. Cuma disebutkan bahwa dia berasal dari Provinsi Yunnan, dikenal sebagai kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke-4 (1371 M) merupakan anak ke-2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.

Saat Ma He berumur 12 tahun, Yunnan yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Tak terkecuali Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).

Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil menunjukkan kehebatan dan keberaniannya. Misalnya saat memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Abdi yang berpostur tinggi besar dan bermuka lebar ini tampak begitu gagah melibas lawan-lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.

Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.

Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.

petaPelayaran luar biasa itu menghasilkan buku Zheng He's Navigation Map yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina berubah, tidak sekadar bertumpu pada 'Jalur Sutera' antara Beijing-Bukhara.
Dalam mengarungi samudera, Cheng Ho mampu mengorganisasikan armada dengan rapi. Kapal-kapalnya terdiri atas atas kapal pusaka (induk), kapal kuda (mengangkut barang-barang dan kuda), kapal penempur, kapal bahan makanan, dan kapal duduk (kapal komando), plus kapal-kapal pembantu. Awak kapalnya ada yang bertugas di bagian komando, teknis navigasi, militer, dan logistik.

Berbeda dengan bahariwan Eropa yang berbekal semangat imperialis, armada raksasa ini tak pernah serakah menduduki tempat-tempat yang disinggahi. Mereka hanya mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, menyebarluaskan pengaruh politik ke negeri asing, serta mendorong perniagaan Tiongkok. Dalam majalah Star Weekly HAMKA pernah menulis, "Senjata alat pembunuh tidak banyak dalam kapal itu, yang banyak adalah 'senjata budi' yang akan dipersembahkan kepada raja-raja yang diziarahi."
Sementara sejarawan Jeanette Mirsky menyatakan, tujuan ekspedisi itu adalah memperkenalkan dan mengangkat prestise Dinasti Ming ke seluruh dunia. Maksudnya agar negara-negara lain mengakui kebesaran Kaisar Cina sebagai The Son of Heaven (Putra Dewata).

Bukan berarti armada tempurnya tak pernah bertugas sama sekali. Laksamana Cheng Ho pernah memerintahkan tindakan militer untuk menyingkirkan kekuatan yang menghalangi kegiatan perniagaan. Jadi bukan invasi atau ekspansi. Misalnya menumpas gerombolan lanun laut Chen Zhuji di perairan Palembang, Sumatera (1407).
Dalam kurun waktu 1405-1433, Cheng Ho memang pernah singgah di kepulauan Nusantara selama tujuh kali. Ketika berkunjung ke Samudera Pasai, dia menghadiahi lonceng raksasa Cakradonya kepada Sultan Aceh. Lonceng tersebut saat ini tersimpan di Museum Banda Aceh. Tempat lain di Sumatera yang dikunjungi adalah Palembang dan Bangka.

laySelanjutnya singgah di Pelabuhan Bintang Mas (kini Tanjung Priok). Tahun 1415 mendarat di Muara Jati (Cirebon). Beberapa cindera mata khas Tiongkok dipersembahkan kepada Sultan Cirebon. Sebuah piring bertuliskan Ayat Kursi saat ini masih tersimpan baik di Kraton Kasepuhan Cirebon.
Perjalanan dilanjutkan ke Tuban (Jatim). Kepada warga pribumi, Cheng Ho mengajarkan tatacara pertanian, peternakan, pertukangan, dan perikanan. Hal yang sama juga dilakukan sewaktu singgah di Gresik. Lawatan dilanjutkan ke Surabaya. Pada hari Jumat, dan Cheng Ho mendapat kehormatan menyampaikan khutbah di hadapan warga Surabaya yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Kunjungan dilanjutkan ke Mojokerto yang saat itu menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Di kraton, Raja Majapahit, Wikramawardhana, berkenan mengadakan audiensi dengan rombongan bahariwan Tiongkok ini.

Sebagai orang Hui (etnis di Cina yang identik dengan Muslim) Cheng Ho sudah memeluk agama Islam sejak lahir. Kakeknya seorang haji. Ayahnya, Ma Hazhi, juga sudah menunaikan rukun Islam kelima itu. Menurut Hembing Wijayakusuma, nama hazhi dalam bahasa Mandarin memang mengacu pada kata 'haji'.
Bulan Ramadhan adalah masa yang sangat ditunggu-tunggu Cheng Ho. Pada tanggal 7 Desember 1411 sesudah pelayarannya yang ke-3, pejabat di istana Beijing ini menyempatkan mudik ke kampungnya, Kunyang, untuk berziarah ke makam sang ayah. Ketika Ramadhan tiba, Cheng Ho memilih berpuasa di kampungnya yang senantiasa semarak. Dia tenggelam dalam kegiatan keagamaan sampai Idul Fitri tiba.
Setiap kali berlayar, banyak awak kapal beragama Islam yang turut serta. Sebelum melaut, mereka melaksanakan shalat jamaah. Beberapa tokoh Muslim yang pernah ikut adalah Ma Huan, Guo Chongli, Fei Xin, Hassan, Sha'ban, dan Pu Heri. "Kapal-kapalnya diisi dengan prajurit yang kebanyakan terdiri atas orang Islam," tulis HAMKA.
Ma Huan dan Guo Chongli yang fasih berbahasa Arab dan Persia, bertugas sebagai penterjemah. Sedangkan Hassan yang juga pimpinan Masjid Tang Shi di Xian (Provinsi Shan Xi), berperanan mempererat hubungan diplomasi Tiongkok dengan negeri-negeri Islam. Hassan juga bertugas memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rombongan ekspedisi, misalnya dalam melaksanakan penguburan jenazah di laut atau memimpin solat hajat ketika armadanya diserang badai.

Kemakmuran masjid juga tak pernah dilupakan Cheng Ho. Tahun 1413 dia merenovasi Masjid Qinging (timur laut Kabupaten Xian). Tahun 1430 memagar Masjid San San di Nanjing yang rusak karena terbakar. Pemagaran masjid mendapat bantuan langsung dari kaisar.

Selama hidupnya Cheng Ho memang sering mengutarakan hasrat untuk pergi haji sebagaimana abang dan ayahnya. Obsesi ini bahkan terbawa sampai menjelang ajalnya. Sampai-sampai ia mengutus Ma Huan pergi ke Mekah agar melukiskan Ka'bah untuknya. Muslim pemberani ini meninggal pada tahun 1433 di Calicut (India), dalam pelayaran terakhirnya.

'Jangan Sampai Adat Susahkan Urusan Kahwin'

Kota Bharu - Menteri Besar Kelantan, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat menasihatkan orang Melayu tidak terlalu memberi tumpuan pada soal adat dan budaya sehingga menyusahkan urusan perkahwinan termasuk "terpaksa berhutang."
Beliau yang juga Mursyidul Am Pas berkata, urusan perkahwinan sepatutnya dipermudahkan dan tidak wajar membiarkan diri dibebani pelbagai 'gangguan' budaya Melayu.
“Soal nikah kahwin dalam Islam adalah perkara yang amat digalakkan dan boleh disempurnakan walaupun hanya dengan mas kahwin 'cincin besi'.
“Malangnya, pengaruh masyarakat yang mahukan keindahan budaya Melayu ditonjolkan yang menjurus kepada kemewahan dan pembaziran menyebabkan golongan muda yang mahu berkahwin menangguhkan dahulu hasrat tersebut,” katanya.
Nik Abdul Aziz berkata, bakal pengantin dan keluarga sepatutnya hanya memikirkan belanja mas kahwin dan jamuan untuk tetamu sahaja.
Budaya Melayu yang mahu ditonjolkan katanya, menunjukkan banyak duit tapi pada hakikatnya banyak antara masyarakat yang terpaksa berhutang.
"Kita lihat banyak pameran perhiasan, pintu gerbang perkahwinan yang sengaja dibuat-buat sedangkan ia memakan banyak belanja," katanya ketika menyampaikan kuliah mingguan di Medan Ilmu di sini, hari ini.
Beliau berkata, jika tidak kena caranya, si suami mungkin terpaksa mengambil semula mas kahwin dan berhutang dengan isteri kerana mahu melangsaikan pinjaman persiapan majlis perkahwinan.
"Padahal mas kahwin itu seratus peratus milik isteri, tetapi akhirnya habis di tangan suami dek kerana hutang yang banyak," katanya.
Dalam perkembangan lain, Nik Abdul Aziz menyelar pihak yang mendakwa Kelantan sebagai negeri termiskin di negara ini.
Katanya, sindiran sedemikian tidak sepatutnya timbul kerana Kelantan juga negeri dalam persekutuan Malaysia yang sepatutnya dilayan serupa dengan negeri-negeri lain.
"Kalau kita berkereta ke sempadan Terengganu di Bukit Yong, Pasir Puteh, kita dapat lihat dengan jelas perbezaan keadaan jalan antara dua negeri. Perkara sebegini tidak sepatutnya berlaku kerana duit yang dibelanjakan kerajaan persekutuan bukannya milik 'mak bapak' mereka.
"Sebab tu saya tidak akan halalkan sedikitpun harta Kelantan seperti royalti minyak yang dinafikan sekian lama, saya tidak akan halal sesenpun dan mengajak semua rakyat menuntutnya di hadapan Allah di akhirat nanti," katanya. –SH
Ulasan GB
GB amat bersetuju dengan teguran TG Nik Aziz.
“Malangnya, pengaruh masyarakat yang mahukan keindahan budaya Melayu ditonjolkan yang menjurus kepada kemewahan dan pembaziran menyebabkan golongan muda yang mahu berkahwin menangguhkan dahulu hasrat tersebut,”

Malah bukan sahaja "menyebabkan golongan muda yang mahu berkahwin menangguhkan dahulu hasrat tersebut" lebih teruk dari itu, pasangan boleh terjebak dengan perbuatan maksiat apabila gagal untuk menempuh lautan kesabaran apabila dilanda ombak percintaan dan gelora nafsu.
Itu sebab mengapa Rasulullah pernah bersabda:
Yassiru wa la tu 'assiru
Bashiru wa la tu naffiru
Permudahkan dan jangan dipersusahkan
Gembirakan dan jangan menakutkan. Sahih Bukhari & Muslim

Ahad, 3 Februari 2013

Bertunang tempoh kenali pasangan

Patuhi hukum, tak hebohkan majlis untuk jaga kemaslahatan
Khitbah atau bertunang adalah mukadimah bagi sebuah perkahwinan. Ia dilakukan selepas seorang lelaki mencari dan berpuas hati dengan semua sifat yang ada bagi seorang wanita untuk disunting menjadi isterinya.
Sesungguhnya Allah SWT mengharuskan khitbah (bertunang) sebagai salah satu daripada syariat atau perundangan dalam Islam. Dalam tempoh inilah pasangan perlu mengenali hati budi masing-masing supaya mereka dapat membina keserasian dalam membina mahligai cinta abadi.
Peminangan telah wujud zaman Rasulullah SAW. Fatimah binti Qais telah berjumpa Rasulullah SAW menceritakan Mu’awiyah dan Abu Jahm telah meminangnya. Baginda bersabda: “Mua’awiyah seorang yang miskin tiada harta, manakala Abu Jahm pula seorang yang sentiasa menggantung tongkat di atas tengkoknya (garang dengan isterinya), maka kahwinlah dengan Usamah bin Zaid.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis ini Baginda SAW tidak melarang, malah Nabi SAW membantu Fatimah binti Qais untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dengannya. Peminangan adalah permulaan proses perkahwinan.
Hukum peminangan adalah harus dan hendaklah bukan isteri orang, bukan mahram sendiri, tidak dalam edah dan bukan tunangan orang.
Sabda Rasulullah SAW: “Kamu tidak boleh meminang tunang saudara kamu sehingga dia (membuat ketetapan untuk) memutuskannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Hadis yang dinyatakan di atas tegas menunjukkan sesungguhnya haram bagi seorang lelaki untuk meminang seorang perempuan yang telah pun menjadi tunangan lelaki lain. Tujuan larangan ini adalah bagi mengelakkan pergaduhan dan permusuhan sesama Muslim disebabkan seorang perempuan.
Islam melarang umatnya bermusuhan antara satu sama lain. Sebaliknya, jika lelaki pertama mengizinkan atau meninggalkan perempuan yang telah dipinangnya, maka ia tidak dilarang sama sekali dan lelaki lain masih boleh meminang perempuan itu bagi menjaga maruah pihak perempuan.
Islam menggariskan, selagi belum melafazkan akad nikah, hubungan pasangan yang bertunang seperti orang asing ataupun ajnabi, yang mana mereka tidak boleh bermesra, berpegangan tangan dan sebagainya seperti mana pasangan suami isteri.
Pasangan yang bertunang juga tidak boleh keluar berdua-duaan tanpa ditemani ahli keluarga selagi mereka tidak sah diijabkabulkan.
Firman Allah SWT bermaksud: “Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Demikian itu lebih suci bagi mereka; Sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuannya mengenai apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka.” (Surah an-Nur, ayat 30-31)
Satu lagi fenomena yang berlaku dalam masyarakat ialah menghebohkan majlis pertunangan. Amalan ini bertentangan dengan sabda Nabi SAW: “Rahsiakan pertunangan dan iklankan (maklumkan/ hebahkan) perkahwinan.” (Riwayat Ahmad dari Abdullah bin Zubair dan disahihkan oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil)
Jelaslah pertunangan sepatutnya tidak boleh diheboh-hebohkan seperti perkahwinan. Islam sangat mengambil berat perkara ini demi menjaga maslahat kedua-dua pihak khususnya perempuan kerana ia membabitkan maruah jika perkahwinan tidak berlaku.
Selain itu, antara hikmah disembunyikan pertunangan kerana perkara itu belum pasti terjadi atau berlangsung pernikahan. Kita sebagai hamba hanya mampu merancang, namun Allah juga yang akan menentukan sama ada takdir itu terjadi ataupun tidak.
Seterusnya, pertunangan disembunyikan untuk mengelakkan daripada fitnah dan perbualan umum masyarakat. Adalah lebih baik jika hanya dalam kalangan ahli keluarga saja yang mengetahui mengenai pertunangan itu.
Apabila pertunangan ini disimpan kemas oleh ahli keluarga bagi kedua-dua belah pihak, ia dapat mengelakkan seseorang yang mempunyai niat tidak baik untuk menjatuhkan atau meleraikan ikatan pertunangan.
Hanya apabila sudah tiba masanya barulah berita mengenai perkahwinan pasangan dihebahkan kepada masyarakat sekeliling untuk meraikan kedua-dua mempelai di samping memberitahu orang ramai majlis pernikahan yang bakal berlangsung.

Rebat dan diskaun lebuh raya sempena Tahun Baru Cina: Shaziman

SEREMBAN: Sebanyak 24 lebuh raya akan memberi rebat dan diskaun sebanyak 5 hingga 37.5 peratus sempena Tahun Baru Cina ini, kata Menteri Kerja Raya, Datuk Seri Shaziman Abu Mansor.
Beliau berkata demikian pada sidang media ketika melawat tapak projek pelebaran lorong keempat Lebuh raya Utara Selatan di kawasan R&R Seremban arah selatan sebentar tadi.

Ku Li: PRU13 dijangka paling sengit

Lebuh raya rakyat: Ku Li nasihat Kelantan bincang PusatGUA MUSANG - Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU13) tidak lama lagi disifatkan paling sengit dalam sejarah negara.
Ahli Parlimen Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah berkata, beliau mahu rakyat membuat keputusan bijak bagi memilih wakil rakyat mereka sama ada bagi kerusi Parlimen atau Dun.
Beliau turut menasihati rakyat jangan mudah mendengar khabar angin yang boleh mengurangkan tumpuan terhadap pengundian, kerana ia penting untuk masa depan.
“Paling penting, kita fokus kepada penilaian calon yang bertanding untuk membuat keputusan mengundi,” katanya.
Beliau berkata demikian ketika berucap pada majlis Mesra Bersama Sahabat Amanah Ikhtiar Malaysia (AIM) Parlimen Gua Musang di Dewan Bukit Chekati dekat sini, petang semalam.
Hadir sama, Adun Nenggiri, Mat Yusof Ab Ghani; Adun Paloh, Datuk Nozula Mat Diah; Adun Galas, Ab Aziz Yusof dan Lembaga Perwakilan Sahabat AIM Cawangan Gua Musang, Zanariah Ab Rahim.
Tengku Razaleigh juga Ketua Umno bahagian berkata, sahabat AIM juga adalah dalam kalangan peniaga kecil yang bertuah kerana mudah mendapat pinjaman daripada badan berkenaan.
Katanya, sebelum ini memang sukar peniaga kecil mendapat pinjaman berikutan syarat ketat dikenakan institusi kewangan di negara ini.
“Kerajaan membuat pendekatan dengan mewujudkan cawangan AIM seluruh negara kerana menganggap ia penting bagi membantu peniaga kecil menambahkan modal.
“Hasilnya seperti yang kita lihat sekarang ini apabila bertambah ramai peniaga kecil dapat membesarkan perniagaan mereka selepas mendapat pinjaman daripada AIM,” katanya.

Hepatitis C pembunuh senyap!

HARI ini sekiranya anda mengalami masalah kesihatan seperti demam, sakit di bahagian kanan badan, lemah, lesu atau sebagainya, anda disarankan agar segera berjumpa doktor.

Ini kerana daripada masalah tersebut anda mungkin dijangkiti penyakit yang tidak diketahui akan kewujudannya dan ada ketikanya ia sudah sampai ke tahap kronik.

Seperti penyakit Hepatitis C, ia merupakan jangkitan yang sukar dikesan oleh pesakit sendiri kerana ia selalu menyerang tanpa membawa simptom yang khusus atau tidak berpanjangan.

Penyakit ini juga dikategorikan sebagai pembunuh senyap kerana ramai pesakit tidak mengetahui diri mereka dijangkiti sehingga bertahun-tahun malahan ada yang menjangkau berpuluh tahun lamanya.

Berdasarkan statistik daripada Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO), 60 peratus hingga 70 peratus pesakit Hepatitis C akan mengalami penyakit hati yang kronik manakala lima peratus hingga 20 peratus akan mengalami sirosis manakala satu peratus hingga lima peratus akan mati akibat sirosis atau kanser hati.

Menurut Pakar Perunding Perubatan dan Gastroenterologi, Pusat Perubatan Kelana Jaya, Dr. Abdul Malik Jamal Buhari, apa yang menyedihkan, kebanyakan kes Hepatitis C hanya diketahui selepas penyakit ini mencapai tahap kronik atau lanjut walaupun ramai pesakit dipercayai telah menghidap virus tersebut jauh lebih awal.

Katanya lagi, tidak kurang yang hanya menyedari tubuh mereka menjadi habitat virus selepas tahap kesihatan bertambah teruk akibat kegagalan hati atau pertumbuhan kanser hati.

"Oleh kerana penyakit ini dikategorikan sebagai pembunuh senyap, anda di luar sana disarankan agar melakukan ujian darah untuk mengesan penyakit ini.

"Ini kerana melalui ujian darah Hepatitis C dapat dikesan dan dapat pengesahan awal mengenai penyakit ini.

"Dan perlu diingatkan penyakit ini menyerang tanpa mengira jantina dan juga peringkat umur," ujarnya ketika ditemui baru-baru ini.

Tambah beliau, walaupun ujian darah mampu mengesan kehadiran virus Hepatitis C dengan mudah namun kebanyakan masyarakat hari ini enggan berbuat demikian.

Mengulas lanjut mengenai penyakit ini, ujar Dr. Abdul Malik, ia bukan sahaja disebabkan jangkitan kuman bahkan pesakit boleh dijangkiti jika mengambil ubat secara salah, pemindahan darah, pengambilan alkohol, tabiat seks yang tidak sihat serta melalui suntikan seperti menindik badan, mencacah (tatu) dan juga suntikan dadah.

Selain daripada itu, Dr. Abdul Malik menegaskan mereka yang berisiko tinggi untuk mendapat penyakit ini ialah mereka yang mempunyai berat badan yang berlebihan, penghidap kencing manis dan pesakit darah tinggi.

Lazimnya terdapat tujuh jenis virus hepatitis yang dikesan di seluruh dunia iaitu virus hepatitis A, B, C, D, E, F dan G.

Hepatitis c virus

Bagaimanapun virus yang lazim ditemui adalah hepatitis A hingga E.

Namun menurut Dr. Abdul Malik, hanya hepatitis B dan C yang boleh bertukar kronik yang memungkinkan kerosakan teruk pada hati.

Sementara itu, menurut Perunding Hepatologi, Pusat Perubatan Universiti Malaya, Profesor Dr. Rosmawati Mohamed, kira-kira 170 juta orang di seluruh dunia dijangkiti virus Hepatitis C secara kronik dan lebih daripada 350,000 dianggarkan akan mati setiap tahun akibat penyakit hati yang berkait dengan virus Hepatitis C.

Katanya lagi, pesakit Hepatitis C berpeluang sembuh dengan rawatan yang sedia ada termasuk penemuan ubat terbaru yang dikelaskan sebagai sejenis ubat anti virus.

Bagaimanapun Dr. Rosmawati menasihatkan pesakit yang telah sembuh perlu menjauhi gaya hidup berisiko kerana virus Hepatitis C yang baru boleh menyerang semula pesakit yang sama.

Dalam masa yang sama, selain sentiasa menjaga kebersihan, rawatan awal terhadap penyakit Hepatitis C juga mampu menyelamatkan nyawa.